Rabu, 16 Maret 2016

Menilai Kebaikan dan Keburukan




Seorang Guru Sufi ditanya tentang dua keadaan manusia:
‪Pertama‬: Manusia rajin sekali ibadahnya, namun angkuh, sombong dan
selalu merasa suci.
‪Kedua‬: Manusia yang jarang ibadah, namun akhlaqnya begitu mulia,
rendah hati, santun, lembut dan cinta dengan sesama.

Lalu Sang Guru Sufi menjawab:
Keduanya adalah baik, Boleh jadi suatu saat si ahli ibadah yang
sombong menemukan kesadaran tentang akhlaqnya yang buruk dan dia
bertaubat lalu ia akan menjadi pribadi yang baik lahir dan batinnya.
Dan yang kedua bisa jadi sebab kebaikan hatinya, Alloh akan menurunkan
hidayah lalu dia menjadi ahli ibadah yang juga memiliki kebaikan lahir
dan batin.

Kemudian orang tersebut bertanya lagi, lalu siapakah yang tidak baik
kalau begitu ?
Sang Guru Sufi menjawab:
"Yang tidak baik adalah kita, orang ke tiga yang selalu mampu menilai
orang lain, namun lalai dari menilai diri sendiri.

Tidak ada komentar: