Jumat, 11 Desember 2015

Jangan Putus Asa








Di media massa diberitakan beberapa ibu membunuh anaknya (kemudian bunuh diri)
hanya karena khawatir tidak bisa membahagiakan anaknya.

Di AS ada seorang bapak yang dikenal baik kemudian membunuh 2 putri
kembarnya. Seorang psikolog di acara Oprah Winfrey mengatakan bahwa
itu terjadi karena bapak tersebut menderita depresi. Diperkirakan 20%
penduduk AS pernah menderita depresi. Yang paling berbahaya adalah
jika penderita depresi sudah kehilangan harapan (hope) atau putus asa.
Orang seperti ini bukan hanya bisa bunuh diri tapi juga bisa membunuh
orang yang dia cintai.

Dalam Islam kita dilarang putus asa dan harus beriman kepada takdir.
Kita menerima semua ujian karena yakin itu semua sudah ditetapkan oleh
Allah.

Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat
Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat." [Al Hijr:56]

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka
sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang." [Az Zumar:53].

Sebab putus asa itu ada 2: 1. Tidak tahu tujuan
hidup itu apa,
2. Tidak tahu cara mencapainya.

Nah tujuan hidup kita
sebenarnya adalah mencari ridho Allah. Jika Allah sudah ridho dengan
kita, insya Allah seluruh keinginan kita akan dikabulkan oleh Allah.
Cara mendapatkan ridho Allah bisa kita ketahui dengan mempelajari Al
Qur'an dan Hadits.

Allah tidak menginginkan kita jadi dokter, kaya raya, atau yang lainnya.
Yang dinginkan Allah dari kita hanya takwa. Yaitu mematuhi aturannya dan
menjauhi larangannya. Toh ketika manusia mati, segala harta, jabatan, dan
istri yang cantik sudah tidak bermanfaat lagi baginya.

Kita jangan takut dan sedih jika ditimpa musibah berupa ketakutan,
kelaparan, kemiskinan, dan kematian. Itu adalah cobaan. Ucapkanlah
bahwa kita semua adalah milik atau ciptaan Allah dan kepada Allah kita
kembali.

Jika kita sabar, itu akan menambah pahala kita dan mengurangi dosa
kita dan surga adalah imbalannya.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,
"Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun".
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan
mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." [Al
Baqarah:155-157]

"…Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada
berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." [Yusuf
:87]

Kita harus yakin bahwa di balik kesulitan yang menimpa kita, insya Allah
akan ada kemudahan. Percayalah karena ini adalah janji Allah yang Maha Benar!

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan." [Alam Nasyrah:5-6]

"…Siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki
kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu.
Sebenarnya
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [Al Fath:11]

Allah tidak Membebani Cobaan di luar Kemampuan Kita, Yakinlah bahwa
Allah tidak akan membebani kita cobaan di luar kemampuan kita. Segala
macam cobaan insya Allah bisa kita atasi selama kita dekat dengan
Allah SWT.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia
mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa
(dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan
kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat
sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan
kami, janganlah
Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri
ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong
kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." [Al Baqarah:286]

"Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya…" [Al
Mu'minuun:62]

"Bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu" [At Taghabun:16]

Berusaha Mencari Karunia Allah .

Meski kita beriman kepada Takdir Allah, tidak berarti kita jadi
fatalis dan tidak berusaha melakukan apa-apa.

"Jika telah shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah
karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."
[Al
Jumu'ah:10]

Tidak ada komentar: