Senin, 05 Oktober 2015

Catatan Kecil Sang Narapidana : PadaMu Tuhan

Senja ini tidak ada
mendung,
angin berdebu keras
menderu,
daun-daun kering
berserakan ke bumi,
meninggalkan ranting-
ranting layu dan mati.


Oh bumiku, jiwaku,
segenap langkah kaki
gersang dan perih,
ku berlindung di bawah
terik sinar matahari,
malam hari dingin dan
amat sunyi,
mimpi mencekam
menghantui hati.


Oh bumiku,
jiwaku menangis perih
meratapi nasib bilakah
haus terobati,
bilakah lapar terpenuhi,
bilakah kedamaian
melingkupi,
bilakah bahagia
merengkuhi.


KepadaMu Tuhan
andai ku lihat Engkau,
kan ku ciumTangan dan
KakiMu,
ku ikuti kemana Engkau
pergi,
ku turuti segala yang
Engkau Kehendaki,
tapi aku hilang diri,
tak ingat betapa Engkau
Maha Kasih,
aku lupa diri,
janji apa yang telah aku
ingkari ,
burung-burung elang
melanglang langit
membuatku meratap
ngeri,
apakah aku telah benar-
benar mati.


Tuhanku
senja ini tidak ada
mendung
tapi keresahan bergulung-
gulung
bagaikan awan yang
kelabu,
aku teringat Kau Maha
Kasih,
terima kasih Tuhanku,
dalam siksaMu,
masih Kau beri aku
kesempatan berserah diri.


Bogor 7 Juli 1997

Tidak ada komentar: