Senin, 27 Juli 2015

Menikah Sampai Senja

Puisi ini kutulis dengan sangat berat,
Seperti mengeluarkan gulungan kawat
berduri dari dalam kerongkonganku,
walau cuma sebatas buat
kata kata,
tak ku temui satupun lebat harum dan indahmu,
Karena yang ku eja bukanlah yang biasa ku keluarkan setiap hari bila
sedang bernyanyi,
atau gemulai tubuh ketika menari,
namun sebuah tanggung jawab yang lahir di sini,
dari hati.

Bait-bait ku jadikan teman hantaran
melamarmu dengan segenap kecupan,
bagaimana bumi ini ku serahkan semuanya,
semuanya...
Satu dermaga yang menanti ribuan anak-anak kita
kembali menemukan wajahnya,
mari kita buat api,
kumpulan serigala sudah merapat lagi.
Malam yang larut menunggui purnama,
Ku robek jantungmu,
ku ikat perjanjian lama
bersama,
menikahlah denganku,
Aku batu besar dan bersalju
Tak satupun gagak menggiring daging
di atas mayat-mayat bergelantungan,
ribuan pasukan menarikku kembali ke tahanan.

( Senja dekat Furio Camelo, 26/07/2016 - Hasti Nahdiana).

--

© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar: