Sabtu, 30 Mei 2015

Dari Balik Jendela

Gadis kecil,
berlari-lari kecil menghampiri pintu,
tawa bertautan dengan wajah yang berseri,
di keremangan senja menjelang maghrib.


"Umi, Umi......" teriaknya memanggil,
namun sang Abi yang menghampiri,
"Sayangku dari mana?" sapanya pelan penuh kasih.
"Bermain Abi, sama teman-teman"
lalu ciuman sang Abi mendarat di pipi,
pipi putih berbasah keringat yang suci.


Aku memandangnya dengan tatapan tak berkedip,
sambil merenung sendiri dari balik jendela,
ada aliran embun,
yang menitik dari pelupuk mata,
namun perih, berbalut doa,
ada di mana sekarang aku ini,
ada-kah di antara bibir pantai dan tebing bebatuan,
merengkuh perjalanan berhari, siang dan malam,
tak kenal letih.


Di balik jendela ini,
saat aku merasa hina
untuk sekedar mengungkapkan yang aku pinta,
aku hanyalah sebuah perjalanan,
yang sempat mendengar gadis kecil memanggil Umi, Umi......
dan mendapat ciuman di pipi dari sang Abi,
sebagai hadiah tanda kasih dan sayang.


Dari balik jendela ini,
hati memanggil perih,
Ya Nabi, Ya Nabi...
Ya Habibi......
Mengiring kepergian sang gadis kecil,
menuju pangkuan umi.....


--


© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar: