Kamis, 02 April 2015

Hati Penyair Kepada Kekasihnya

Tahukah engkau wahai kekasihku,
pada kali ini aku telah menyerah kalah,
seribu panah telah terhujam,
merajam dan mencabut sukmaku,
mati,
tak berguna lagi jeritan tangis,
tak bermakna lagi ratapan mohon ampun,
itulah aku,
dan engkau telah terlepas,
pada kenyataan kenyataan kini,
aku raih cinta dengan segala daya,
dan engkau campak cinta dengan segala kebencian,
dan engkau dendami aku dengan segala luka,
dan aku makin tak berdaya,
menerima kenyataan ini.


Inilah kekasihku,
jiwaku menyerah kalah,
engkau menang dengan segala keagungan,
tak setitik pun lantuni aku dengan kata kata,
agar aku mengerti,
bahwa cinta pun butuh pengertian.


( Jakarta16 november 1991)

--


© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar: