Minggu, 29 Maret 2015

Suara Di Kesunyian

Di keheningan malam
Aku dengarkan,
kau seperti bersuara,
dari jauh menyampaikan salam,
Seperti angin yang semilir
kau belai rambut kering ini.


Di beranda ini kemudian aku tercengang,
sudah lama kau telah tiada.


Di taman itu aku tanam melati,
agar tumbuh dan wangi berbunga,
tapi kemarau ini begitu gersang,
jauh di lereng gunung
hutan itu terbakar,
seperti kenangan itu yang membakar diriku,
harusnya aku suntingkan bunga itu di sela-sela rambut sutramu,
tapi hanya mimpi.


Jauh di sana
mungkin engkau menangis,
tapi aku tak tahu untuk siapa atau kenapa,
karena kau tak pernah terbuka.


Aku dengarkan kau seperti bersuara,
sebuah salam tentang kerinduan dari kedalaman jiwa,
tentang sepucuk doa,
tentang kepiluan tak berkesudahan.


Suara itu,
hanya kau yang punya
hanya aku yang mendengarkan…….


Pemalang 19 Oktober 2002

--


© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar: