Senin, 23 Maret 2015

Padamu Tuhan

Senja ini tidak ada mendung,
angin berdebu keras menderu,
daun-daun kering berserakan ke bumi,
meninggalkan ranting-ranting layu dan mati.
Oh bumiku,
jiwaku,
segenap langkah kaki gersang dan perih,
ku berlindung di bawah terik sinar matahari,
malam hari dingin dan amat sunyi,
mimpi mencekam menghantui hati.
Oh bumiku,
jiwaku menangis perih
meratapi nasib bilakah haus terobati,
bilakah lapar terpenuhi,
bilakah kedamaian melingkupi,
bilakah bahagiamerengkuhi.
KepadaMu Tuhan
andai ku lihat Engkau,
kan ku ciumTangan dan KakiMu,
ku ikuti kemana Engkau pergi,
ku turuti segala yang Engkau Kehendaki,
tapi aku hilang diri,
tak ingat betapa Engkau Maha Kasih,
aku lupa diri,
janji apa yang telah aku ingkari,
burung-burung elang melang lang langit
membuatku meratap ngeri,
apakah aku telah benar-benar mati.
Tuhanku
senja ini tidak ada mendung
tapi keresahan bergulung-gulung
bagaikan awan yang kelabu,
aku teringat Kau Maha Kasih,
terima kasih Tuhanku,
dalam siksaMu,
masih Kau beri aku kesempatan berserah diri.
Bogor
7 Juli 1997

Tidak ada komentar: