Rabu, 11 Maret 2015

Menghayati Ujian Kehidupan

Memahami hidup yang serba sulit ini, seseorang pada hakikatnya sedang
mendalami keindahan-keindahan hidup yang ditakdirkan oleh Allah.


Tak satupun manusia di dunia ini mengalami kesenangan atau kesusahan terus
menerus tanpa batas. Apa artinya menikmati kebahagiaan tanpa pernah
tahu apa itu kesusahan. Keduanya digilirkan kepada semua manusia baik
yang miskin maupun yang kaya. Di dalam hatilah letaknya kebahagiaan,
kuncinya adalah menerima setiap keadaan dengan lapang dada dan ikhlas.


Jika kita tidak membiasakan sifat menerima segala keadaan dengan
ikhlas di hati kita, maka hati kita akan dipenuhi dengan
penyakit-penyakit hati yang membahayakan seperti pemarah, iri hati,
dendam, pengadu domba dan sebagainya.


Karenanya biasakanlah diri ini untuk selalu bertawakal kepada Allah
dengan selalu bekerja dan beribadah kepadaNya. Maka celakalah
seseorang yang mau beribadah kepada Allah dengan mempersyaratkan
terpenuhinya hajat-hajat hidup di dunia. Tanpa kita mintapun seluruh
hajat hidup kita telah dipenuhi oleh Allah, tinggal bagaimana kita
mengelola dan mensyukurinya.

Tidak ada komentar: