Minggu, 22 Maret 2015

Gugur Bunga

Telah gugur bunga itu,
tercampak dari ranting yang kering,
tak ada lagi tebaran aroma wangi,
bunga itu luruh ke bumi.


Bungaku
bunga rakyat bunga bangsa,
dipuja kaum miskin,
disanjung para bangsawan,
bungaku,
mati meninggalkan luka
karena tikaman belati dari belakang,
oleh kawan sendiri.


Bunga itu bunga bangsa,
dipuja orang sedunia,
tapi dihina kawan sendiri,
dia mati membawa luka,
luka kaum miskin dan terpinggirkan.


Bungaku kini menjadi pahlawan,
meski mati dia meninggalkan kenangan,
kenangan orang-orang dengki yang gila kekuasaan,
yang memimpikan kedudukan dan jabatan,
betapa sakit bungaku menahan tikaman,
ditanggung sendiri, dirasakan sendiri.


Bungaku telah gugur ke bumi,
mati ditikam kawan sendiri, dari belakang,
kawan yang gila jabatan
kawan yang lupa daratan.


2 Februari 2001

Tidak ada komentar: