Minggu, 22 Agustus 2010

Hari Ini, Seperti 30 Tahun Yang Lalu

Sejak tadi siang sampai malam hari, PLN di kampungku mati total, nggak
tahu kenapa, tapi aku nggak ingin mencari tahu kenapa, sebab rupanya
kejadian ini merata sampai di kampung-kampung tetangga. Aku lihat
perkampungan nun jauh di seberang sawah di depan rumahku, gelap
gulita, tak terdengar suara adzan maghrib berkumandang yang memberi
tanda waktunya berbuka puasa, hanya bunyi jangkrik yang bernyanyi
riang, dan angin dingin yang kering di bulan agustus sebagai pertanda
puncak musim kemarau telah tiba.

Aku kembali terkenang, ko' malam ini seperti 30 tahun yang lalu ? Ya,
malam ini dalam kegelapan, hanya lampu-lampu cemplik kecil dari minyak
tanah yang menerangi Musholla tempat aku dan seluruh masyarakat dusun
Kapurinjing melaksanakan sholat berjamaah. Dalam cahaya lampu yang
remang-remang, namun suasana hati kami larut dalam kesyahduan sholat
taraweh bersama. Anak-anak kecil berlari-lari riang di halaman
Musholla di bawah sinar bulan yang hampir purnama. Ya, malam ini
seperti 30 tahun yang lalu pada waktu aku masih kecil, mengarungi
bulan ramadhan dalam suasana kesederhanaan, keceriaan dan kesyahduan.
Semoga keremangan di malam ini membawa hikmah terindah dalam
mengarungi keberkahan di bulan ramadan.

Tidak ada komentar: