Selasa, 15 Desember 2009

Hukum darah yang keluar setelah keguguran

Bagaimana hukum darah yang keluar setelah keguguran?


Jika janin keluar, maka darah keluar mengikuti keluarnya janin tersebut.
Jika telah nampak bentuk manusia pada janin tersebut, tampak tangan,
kaki
dan anggota badan lainnya, maka darah yang keluar adalah darah nifas
sehingga dia tidak boleh shalat dan puasa sampai suci dari darah
tersebut.
Jika belum nampak bentuk manusia maka darahnya bukan darah nifas,
sehingga
dia tetap shalat dan puasa kecuali pada hari-hari yang biasanya dia
mengalami haidh. Sehingga pada hari-hari tersebut dia tidak melaksanakan
shalat dan puasa sampai berakhir masa kebiasaan haidhnya.

Para ulama berkata: Jika janin yang keluar telah jelas berbentuk
manusia,
maka darahnya darah nifas, dia harus meninggalkan shalat dan puasa serta
tidak boleh digauli sampai suci dari darah tersebut.

Jika janin yang keluar belum berbentuk manusia, maka tidak dianggap
sebagai
darah nifas tetapi dihukumi darah fasad yang tidak menghalanginya dari
shalat, puasa dan perbuatan lainnya.

Di ambil dari Yahoo groupsَ

Tidak ada komentar: