Rabu, 11 November 2009

Keadilan dan Kedustaan

Ketika tiba senja yang temaram,
ketika tanah yang kering merindukan hujan,
ketika yang lapar merintih kesakitan,
masih adakah kejujuran untuk sebuah keadilan ?.

Selalu saja
orang-orang mencari kebenaran sendiri
meski menipu itu di dada sakit
meski dusta itu di mata perih
mata batin merintih
melihat pencuri dirajam mati
mata hati menjadi mati
melihat sepak terjang orang mencari rizqi
menikam jantung sendiri
jantung kebenaran
jantung kesucian
jantung keabadian
tempat sorga digantungkan.

Duhai malang benar nasib keadilan
dipenggal tangan-tangan kotor berlumur darah
kelak bangkai keadilan terpuruk di bak sampah
dibuang ke kali hanyut ke lautan
ditelan ombak samudra
sirna...

Kelak siapa lagi kan dipenggal
bumi tiada nafas tiada
kelah arwah keadilan menagih janji
hutang nyawa dibayar nyawa
butang mati dibayar mati

sadarlah wahai penguasa
penguasa para santri para priyayi
hingga mata kering tak menangis lagi
sepasang merpati tak mengenal cinta lagi
kelak kau kan mengerti
janji Allah itu pasti
dan kau tak dapat bersembunyi.

Tidak ada komentar: