Senin, 15 Juni 2009

SENDIRI

Dalam kesendirian
roda pedati itu menggelinding
melintasi jalanan berbatu
seorang kakek tersenyum menaiki
....negeri ini telah lama merdeka,
gumamnya.

Roda pedati itu terus menggelinding
melewati sawah, ladang, dan perbukitan
hingga sampai di sebuah pintu gerbang kota
bibir yang keriput tersenyum berseri
....mata rabunku tak berdusta,
negeri ini ternyata begitu indah,
pujinya tiada henti.

Roda pedati itu tiba-tiba berhenti
seorang tentara berpangkat mayor datang menghalang
sang kakek termangu tak mengerti
....pak tua, silahkan pergi dari kota celaka ini
sebelum negeri ini terlanjur di timpa huru-hara !!

Pak tua kecewa dan menyesali diri
di tariknya tali kendali
pedatipun berlalu pergi
...kadang manusia itu
tak seramah bumi ini,
gumamnya.

Jakarta
27 November 1996

- - -

Catatan : Terserah Anda mengartikan tulisan ini.

Tidak ada komentar: