Rabu, 24 Juni 2009

KETIKA ADA SUARA

.....lereng itu terbakar
hanguskan semuanya
walau banyak rintangan
musnah diterjang api.


Cahaya
tersibak di antara dua kegelapan, redup dan samar
menembus bilik kamar.


Tangis
tercurah di antara dua kesedihan, dulu dan sekarang
kalau tidak ada cinta
tentu pengorbanan tak ada.


Pengorbanan ?
Terlalu ringan diucap di lisan
dimanakah arif dan bijaksana dicampakkan
tangan ini mencarinya kembali di dalam lumpur comberan
kembali, tak mungkin bukan ?
Prasasti perjalanan telah terpahatkan
nurani merintih hanya bisa membaca
tanpa bisa merubahnya.


Cahaya,
adakah kan menyinari lagi
bila malam ini kembali kelam.


Ketika ada suara
aku tahu itu suara hatimu
seperti sebuah kata pinta
untuk meneteskan setitik embun
pada ilalang yang tak lagi rimbun.


....lereng itu telah terbakar
embun itu telah menguap
di terjang kegersangan.

Tidak ada komentar: