Minggu, 28 Juni 2009

Durhaka

Berawal dari ketidakpatuhan diri kepada orang tua, mengkhianati teman,
mengingkari kata hati, berlanjut menjadi kedurhakaan kepada Allah.

Teramat banyak nafsu keinginan manusia, mengumpulkan harta, meraih
pangkat dan jabatan, hingga mengejar segala apa yang ada dalam benak
fikiran.
Sesungguhnya apa yang diterima manusia adalah baik dalam pandangan
Allah kalan manusia pandai menghayatinya.
Jika Allah menurunkan musibah, maka sabar adalah sikap terbaik agar
kita mendapat ridhoNya.
Dan jika Allah menurunkan nikmat, maka bersyukur adalah sikap terbaik
agar Allah juga meridhoinya.

Sesungguhnya orang yang menyesali kesusahan, mengutuk kemiskinan
adalah orang yang durhaka, karena dia tidak tahu untuk apa kesusahan
dan kemiskinan dikaruniakan. Barangkali kitapun akan menduga, jikalau
Allah memberinya kesenangan dn kekayaan akan bertambah durhakalah dia.

Ketaatan dan keluhuran budi tidak disandarkan pada ukuran harta dan
jabatan yang telah Allah karuniakan kepadanya. Sungguh teramat malu
kita mengharap sesuatu yang lebih di luar kesanggupan dan kepatutan
kita, karena tanpa mengharap pun telah Allah karuniakan kepada kita
nikmat yang amat banyak .
Sungguh celaka orang yang mengingkari nikmat yang telah diterima, dan
mengharap sesuatu yang lainnya hanya untuk kemegahan dan kemewahan
dunia.

Apa yang kita terima dari Allah, itulah yang terbaik untuk kita,
sambil berdoa semoga kenikmatan itu membawa berkah di dunia dan
akhirat.

Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua dan menjauhkan kita
dari sifat durhaka, baik durhaka pada manusia apalagi durhaka kepada
Allah.


--
Created By
Muhammad Saroji

Tidak ada komentar: