Kamis, 23 April 2009

Surat Untuk Jack

Jumat,
sepuluh oktober
sembilan tujuh
hari itu aku menyebut seuntai namamu
hanya sepatah kata, Jack
Jack yang dulu pernah menjadi sahabatku.


Hari itu sungguh kelabu
ada mendung bergulung
tapi itu bukan pertanda akan turunnya hujan
kemarau ini sungguh memanggang hidupku
memaksaku merintih pada segenap jiwaku
tapi tak ku katakan, ya
untuk aku mengutuk keadaanku
tapi ini sungguh menyiksa
karena bukan hanya aku seorang menahan lapar dan dahaga
bukan hanya itu
di setiap sudut kota maut mengintip
debu-debu bertebaran menyebarkan aroma penyakit
pada manusia-manusia sesama bangsaku
yang terjebak pada permahnan adu domba
betapa lemahnya nasib manusia itu, Jack !
Lemah seperti seberkas kapas tertiup angin
nestapa seperti seekor ayam teriris belati
duhai, Jack !
Kau tahu bukan, berapa harganya sebuah kejujuran dan keadilan ?
Keadilan itu ada di mata Tuhan
apakah akan kau katakan Tuhan tak adil di tengah kegersangan ini ?


Jack,
mari kita berkaca diri
tak ada yang lebih mulia bukan di antara kita ?
Sesamanya harus saling mengasihi
saling mencintai
apa yang selama ini kita dambakan
tak lain hanyalah kedamaian
hanyalah kedamaian
itu saja.


Mungkin kau akan tahu
apa arti sebuah kehilangan yang sesungguhnya
bukan hilangnya hartamu, bukan
tapi hilangnya iman
padahal di dunia ini ada ujian
dan di akhirat nanti ada balasan.

Gunung Putri
Bogor 10 Oktober 1997

Tidak ada komentar: