Selasa, 07 April 2009

Sekarang

SEKARANG

Sekarang kita mulai lagi dari awal,
perjuangan dan pembangunan negara yang porak poranda,
seperti dulu ketika Bung Karno dan Bung Hatta baru memproklamirkan kemerdekaan.

Tapi dulu rakyat bersuka cita menyambut kemerdekaan,
tak seperti sekarang rakyat bersedih dan menderita,
di mana-mana orang bahkan pejabat berbicara dan bercerita tentang hutang,
berkata penuh harap tentang korupsi dan kolusi dapat diberantas,
ini tanah merdeka aneh tapi nyata,
menderita kelaparan padahal alam subur makmur,
terbelenggu hutang padahal alam kaya raya,
bagaimana aku bisa percaya kemakmuran akan merata,
sedangkan harta negara dikuasai segelintir orang,
ini tanah merdeka tapi jiwa rakyat terbelenggu dan terjajah,
ini tanah kaya tapi jiwa rakyat miskin terlunta-lunta,
ini tanah nusantara raya tapi negara seperti dalam neraka..
Di mana ada kedamaian ? Semua orang menggelengkan kepala,
kapan anak-anak bangsa menghirup angin segar kemerdekaan,
sedangkan tanah ini seperti negeri antah berantah dilanda peperangan.

Sekarang kita mulai lagi dari awal,
membangun hidup dan kehidupan yang lebih sejahtera,
tak lagi kita berhadapan dengan ribuan tentara penjajah,
kita berhadapan dengan ribubn kebodohan dan kebohongan,
berhadapan dengan kedengkian dan kemunafikan,
alpa menghinggapi nurani,
kegelapan menggerogoti malan,
di ujung timur kita menyongsong terbitnya sang surya,
meninggalkan malam yang kelam,
sekarang kita mulai lagi dari awal,
melupakan masa lalu yang gelap

Pemalang 29 Mei 1998

Tidak ada komentar: