Jumat, 24 April 2009

PIJAR

Di rengkuhanku memeluk gunung
ketika anak itik menyibak air
di ujung malu aku berlalu
mengaca diri tiada berpunya
di sepanjang jalan doa berkait
mengiring elang mengarung angkasa
di sepanjang jalan aku berfikir
telah benarkah kaki ini melangkah
di sepanjang jalan aku bertanya
telah putihkah hitamnya sejarah
di dada ini seakan meledak
kalut berdebu bara berpijar...


Begitu kelabukah perjalanan sejarah
tak berguna setumpuk ijasah
tak berguna secarik tanda tangan
tak berguna selembar uang
tak berguna satu-satunya nyawa.


Perjalanan ini
hendak kemana mencari asa berpijar
coreng moreng darah bertumpah
mengotori aspal yang bergelombang
duh !
Andai saja diri ini punya teman
tentu aku tak menjerit kesepian
andai saja diri ini punya daya
tentu kan ku pecahkan bukit-bukit karang.


Perjalanan ini
hendak ke mana mencari tambatan
kokok ayam jantan telah bersahutan
fajar telah bersinar
azan subuh telah berkumandang
nyanyian sunyi telah usai didendangkan
angin pagi telah bertiup perlahan
perjalanan ini
masih begitu kelabukah ?

Pemalang
26 September 2000

Tidak ada komentar: