Rabu, 29 April 2009

PECUNDANG

Di kegelapan menelusuri jalan bebatuan
rembulan temaram tak lagi purnama
srigala hutan melolong panjang
ini ketakutan kian mencekam
ini kegelapan untuk siapa
jiwa merintih berkali-kali menjadi pecundang.


Di sini saja
di gua ini menjadi pertapa tua
mengasah talenta bertabur kembang kemenyan
ini mimpi mencari makna
mencari kasih sayang hilang terbuang.


Kepada anaku seorang
doa asa mengiring fajar
jangan putus asa buah hatiku
ini hidup menggali hikmah
bukan menggali kematian tanpa makna !


Pemalang
29 April 2009

Tidak ada komentar: