Kamis, 23 April 2009

Menghayati Kemuliaan Ibu Dan Bapak

Tanggal 21 april selalu kita peringati sebagai Hari Kartini.
Sebagai sosok Pahlawan Nasional yang kita banggakan terutama oleh kaum
perempuan, kitapun selayaknya turut meneladani perjuangan beliau yang
memperjuangkan nasib perempuan Indonesia untuk memiliki harkat dan
martabat yang sejajar dengan kaum pria.
Perempuan, sebagai makhluk Tuhan yang pada kodratnya diberi tugas
untuk melahirkan, menyusui dan membina rumah tangga bersama sang
suami, tentu tidak manusiawi kalau hak-hak sosial budayanya dalam
kehidupan bermasyarakat dikebiri dalam tembok rumah yang tebal.
Pada zaman penjajahan belanda dahulu, adat istiadat jawa mengharuskan
seorang perempuan untuk selalu tinggal di rumah,melayani suami dan
mengurus anak-anak tanpa diberi kebebasan untuk meniti karir di luar
rumah sebagai pekerja di bidang pemerintahan, pendidikan maupun
lain-lainnya. Bahkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan pun tidak
mereka dapatkan. Perempuan adalah kasta nomor dua yang tidak
diutamakan di dalam segala bidang. Padahal dalam ajaran agama islam
perempuan mendapatkan derajat yang mulia dan sederajat dengan kaum
pria. Dalam islam, surga berada di bawah telapak kaki ibu, tiang agama
adalah sholat dan tiangnya negara adalah ibu. Islam juga menempatkan
kaum perempuan sebagai kaum yang dilindungi, bukan dikurung, perempuan
adalah mata hati keluarga, tempat anak-anak dan suami membagi kasih
sayang, bukan untuk dieksploitasi atau diperbudak.
Inilah yang dipikirkan dan diperjuangkan oleh R A Kartini, persamaan
harkat dan martabat, persamaan memperoleh kesempatan di berbagai
bidang sejajar dengan kaum pria dengan tanpa meninggalkan kodratnya
yang hakiki sebagai seorang ibu rumah tangga yang berbakti pada ruami
dan mendidik anak-anaknya. Karenanya ada pepatah surganya anak di
bawah telapak kaki ibu dan sorganya istri di bawah telapak kaki suami
dan sorganya suami di bawah telapak kaki ibunya juga.
Itulah jalinan kasih sayang dan tanggung jawab antara lelaki dan
perempuan dalam keluarga yang sejajar baik di dalam rumah maupun di
luar rumah.

Tidak ada komentar: