Selasa, 28 April 2009

Cinta Dan Jiwa

CINTA DAN JIWA

Jiwaku tiba-tiba bertanya
ketika melihatmu seperti melihat diriku sendiri
seperti itukah sebuah cinta
merasa dan menikmati di antara dua hati

Embun pagi telah larut dalam sinar mentari
menguapkan titik-titik keringat yang tiada henti
seonggok daging merintih perih
di manakah cinta dan jiwa dapat disatukan
seperti bersatunya anak dengan ibu bapaknya
yang ada amarah karena kasih sayang
yang ada tangis karena kebahagiaan

Di sini
di hati yang dingin ini
ada jiwa yang menggigil bagai tersentuh salju yang abadi
tapi ingin mencair menjadi aliran sungai yang bening
melintasi bukit-bukit cadas
mencapai samudra yang luas
tapi di manakah cinta dan jiwa dapat di satukan
agar dua hati menjadi satu jalinan kasih
bebas mencurahkan perasaan dan kegalauan hati

Jiwaku tak lagi bertanya-tanya
ketika melihatmu seperti melihat diriku sendiri
engkau bagaikan cermin yang bening
mengajari kesabaran dan kejujuran
itu mahal
karena sekarang jarang ada
jiwa mengagungkan kesabbran dan kejujuran
di sanalah cinta dan jiwa dipersatukan
menggapai kesucian yang nyata

Gunung Putri-Bogor
19 Agustus 1997

Tidak ada komentar: