Selasa, 28 April 2009

Belenggu

BELENGGU

Bertahun-tahun tanganmu terbelenggu
tanpa bisa mengurai ataupun mengeja
huruf-huruf yang terpampang di dinding istanamu
bahkan belenggu itupun membelenggu kebebasanku
kemerdekaanku yang hakiki
hingga aku tak dapat melihat atau meraba
warna merah dan putih di balik bilik kamarku
hingga aku ragu, seorang patriotis kah aku

Biarpun terbelenggu tapi tanganmu memegang peluru
aku takut kau di singgasana lupa diri lupa ingatan
membunuh dirimu sendiri bahkan orang di belakangmu
aku yang tak berdaya hanya bisa menyaksikan
kau tertawa-tawa di antara orang-orang yang menjerit kesakitan

Akulah saudaramu
bapak kita dulu membesarkan kita
kakek nenek kita dulu merawat para pejuang yang menjadi korban
mereka sama-sama berdoa
demi keadilan
kemerdekaan dan kemakmuran

Tapi biarpun tanganmu terbelenggu
meriammu memenjarakanku ke balik dinding
hingga aku tersisih dari mereka sesama pejuang
pejuang hak asasi dan kemanusiaan
mungkin sampai nanti aku mati
dan orang-orang tak lagi menyanyikan lagu bagimu negeri
bernyanyi tentang kepiluan rakyat kecil
bernyanyi tentang mereka yang mati
diterjang peluru orang-orang republik
....

Pemalang
29 Mei 1998

Tidak ada komentar: