Senin, 27 April 2009

ALPA

Seutas benang engkau ulurkan
dan engkau sulam menjadi sehelai kain yang terhampar
pada hamparan itu engkau lukiskan jiwa kita
dengan warna-warna yang indah.

Ketika itu aku memberontak
kekasihku
aku alpa
kau adalah punya bahasamu sendiri
dan kau adalah punya duniamu sendiri
yang tak dapat aku mengerti
karena tak pernah kau mengajari aku
mengeja arti guratan-guratan itu
agar aku dapat memahami apa itu cinta
dan apa itu kasih sayang.

Seutas benang tak lagi engkau ulurkan
tak ada lagi warna-warna yang kau lukiskan
kain itu telag membaluti lukaku
penuh bercak noda darahku
darah perjuanganku
darah peperangan melawan musuh-musuh bangsaku
dan ketika itu engkau ucapkan,
....inilah selembar cintaku
yang menghampar bersama kain suciku
sesuci cintaku padamu
pahlawanku....

Jakarta
21 Juli 1992

Tidak ada komentar: