Rabu, 22 April 2009

Alamku

ALAMKU

Alamku adalah bidadari yang menangis
tak ada prenjak yang bernyanyi riang
tiada tamu yang datang
negeriku merintih pilu
kembang-kembang gugur layu

Amarah telah bangkit dari pertapaan
mencengkram nurani remuk redam
bukan kesaktian dia merajarela
dia kesakitan membabi buta

Alamku merintih diperkosa
sungai kering berlumur janin-janin perawan
daun kering berserakan di bukit
menangisi pohon yang mati ambruk bertumbangan
debu bertebaran membakar mata
menjadi meradang kemudian buta

Alamku adalah bidadari yang terkoyak
darah manis diperah perut yang lapar
tak sekedar lapar makan dan minuman
sungguh lapar iman dan kebenaran

Tak salah bidadari merintih
seluruh persada terinjak kaki bernoda
lukisan sejarah bertoreh jejak-jejak jahiliyah
kini tak ada lagi pertapa tua
kecuali kepasrahan kapan ditegakkan

Alamku adalah bidadari yang menangis
menyesali kodrat manusia yang hanya pandai menunjuk ke depan
tanpa bisa menunjuk pada hati nurani sendiri
sehingga manusia selalu bertanya
kapan Ratu Adil kan datang
sedangkan burung prenjak pun enggan lagi bernyanyi
padahal dia selalu mengatakan
Ratu Adil ada dalam nurani kita sendir...

Pemalang 20 Mei 2001

dari album Bunga Seroja

Tidak ada komentar: