Rabu, 29 April 2009

Ada apa dengan pengamen

Bila dalam perjalanan dari Pekalongan menuju Jakarta atau sebaliknya,
harap waspadai keberadaan para pengamen yang berada di kota
Cirebon-Gebang-Indramayu, terutama pada saat jalanan sedang macet
karena adanya pelebaran jalan atau karena sebab lainnya. Kebanyakan
mereka berkelompok empat atau lima orang dengan memamerkan
tampang-tampang seram dan menyanyikan lagu-lagu pengamen jalanan yang
tidak punya nilai estetika sama sekali. Ungkapan mereka dari pada
mencuri atau merampok, dari pada nganggur tak punya pekerjaan karena
ijasah selembar tak berguna apa-apa adalah ungkapan bohong dan palsu
belaka. Merekalah manusia-manusia yang tidak mau dimanusiakan, menebar
ketakutan dan kebrutalan berbalut premanisme dan keputusasaan. Wajah
mereka tanpa cahaya, kecuali gelap dan kosong belaka. Masa depan
mereka suram diiringi doa sumpah serapah dan laknat dari para
penumpang bis kota jurusan Pekalongan Jakarta.
Hak setiap orang untuk mengais rejeki dan hak setia orang untuk
melakukan perjalanan dengan aman dan nyama.

Tidak ada komentar: