Jumat, 27 Maret 2009

PRAHARA

PRAHARA

Kapankah engkau kan kembali,
aku dendam,
dicengkramku sebilah pedang,
ingin benar nafsu puas menikam,
pada engkau biar hilang musnah.


Aku mencapai bisu,
racun dan darah telah tertumpah,
padahal itu lukaku,
karena tikaman sendiri,
disaat engkau beri saksi,
bahwa cinta adalah suci,
terlalu suci untuk sekedar aku nikmati.


@
Jakarta 6 januari 1992.

Tidak ada komentar: