Sabtu, 07 Maret 2009

POTRET BURAM PERDUKUNAN DI INDONESIA

Inilah zaman di mana dukun dan paranormal mendapat tempat terhormat di
indonesia,bagaimana tidak ? Media masa baik elektronik maupun koran
dan majalah ramai ramai mengiklankan paranormal dengan berbagai
keahlian mistis dan supranatural yang sangat menjanjikan,ada yang
menjanjikan kelancaran rezeki,pangkat dan jabatan,bahkan yang super
horor kriminalistis seperti teluh,santet atau guna-guna yang memberi
efek mengerikan bagi korban dari penderitaan penyakit berkepanjangan
sampai kematian yang tak wajar. Benarkah paranormal memiliki kemampuan
supranatural seperti yang dijanjikan di dalam iklan ? Jawabannya bisa
ya bisa tidak. Dan mengapa keberadaan paranormal mendapat tempat di
dalam masyarakat indonesia baik masyarakat awam,pejabat dan
konglomerat sekalipun ?
Inilah fakta yang mencengangkan. Masyarakat sekarang cenderung lebih
memilih cara-cara instan dalam menjawab segala persoalan kehidupan.
Masih teringat di benak kita bagaimana Ponari Si dukun cilik itu yang
sebenarnya tidak tahu menahu apa hakikat dari kekuatan yang berada di
balik batu "untu bledég"nya itu begitu dipuja puja dan dipercaya oleh
puluhan ribu masyarakat yang mengharap pertolongannya.
Apa yang salah dengan masyarakat kita ? Apakah pemerintah tidak cukup
memenuhi hak hak rakyat mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan yang
layak ? Apakah pemerintah tidak cukup memberi jaminan lapangan kerja
yang layak bagi rakyat sehingga dengan modal ijazah dan ketrampilan
ditambah pengalaman yang luas tidak cukup bagi masyarakat yang ingin
mencari/melamar pekerjaan ? Bahkan kita tercengang dan pantas
bergeleng kepala bagaimana pemberitaan di media tentang para caleg
kita baik di tingkat pusat,daerah maupun kabupaten banyak yang
mengandalkan paranormal untuk memuluskan cita cita mereka menjadi
anggota dewan yang terhormat. Padahal pada hakikatnya jabatan atau
pangkat adalah amanat maha berat yang dipikulkan di pundak manusia
yang kelak menjadi sumber penyesalan di akhirat disebakan menjalankan
amanat jabatan dengan tidak bertanggung jawab. (bersambung...) :@

Tidak ada komentar: