Jumat, 20 Maret 2009

MUHAMMAD FIRDAUS SYARIFUDDIN

Di lahirkan anakku dalam keadaan tidak bernyawa apalagi menangis. Dari
dada hingga kepala terlihat membiru,mungkin karena kekurangan oksigen
disebabkan tali pusar yang melingkar di leher anakku.
Beruntung Sang Dukun Bayi yang bernama Mbah Manah cepat tanggap
menghadapi situasi kritis itu. Dilepaskan dengan segera tali pusar
yang melilit leher anakku,tapi anakku masih terdiam tanpa ada
tanda-tanda kehidupan. Istriku yang telah kehabisan tenaga setelah
melahirkan anakku dengan taruhan nyawanya semakin lemas menghadapi
situasi paling memilukan...kematian anakku !!
Tapi puji syukur Alhamdulillah, setelah badan anakku
diguncang-guncangkan dengan keras oleh Mbah Manah,anakku seakan
mendapat mukjizat,ia bergerak-gerak dan kemudian menangis
sekeras-kerasnya. Separuh badannya yang tadinya membiru kini
berangsur-angsur berubah menjadi merah,pertanda aliran oksigen yang
mengalir lancar di sekujur badan.
Aku dan istriku lega dan mengucap syukur Alhamdulillah,anakku telah
mendapatkan kembali ruh kehidupannya dan terlepas dari kematian.
Tujuh hari kemudian kuberikan nama anakku dengan nama Muhammad Firdaus
Syarifuddin.
Semenjak kecil sebagaimana umumnya anak-anak,dia kadang rewel dan
manja kepada ibu bapaknya. Sampai sekarang sudah kelas tiga SD,tapi
masih suka dimandikan dan disuapi kalau makan oleh bapaknya. Teringat
bagaimana ia dilahirkan,akupun dengan sabar dan penuh kasih sayang
memandikan dan menyuapi dia kalau makan,dengan harapan nanti kalau
sudah besar menjadi anak yang sholeh,berbakti pada kedua orang
tua,nusa dan bangsa.
Dan teringat akan kisah kelahiran anakku ini,situasi negara sedang
dilanda krisis moneter yang parah,dan saya baru seminggu kerja
serabutan setelah hampir setahun menganggur dan hidup dalam
keprihatinan yang luar biasa. Muhammad Firdaus Syarifuddin,dialah
anugerah terindah di saat kami mengalami dampak krisis multi dimensi
yang luar biasa.
Allahu Akbar..!!

Tidak ada komentar: