Selasa, 10 Maret 2009

JABATAN ADALAH AMANAH

JABATAN ADALAH AMANAT.
Jabatan adalah amanat yang harus dijalankan dengan sebenar benarnya.
Menyia nyiakan amanat jabatan adalah sebuah pengkhianatan kepada
negara,pribadi dan Tuhan. Sesungguhnya jabatan bagi manusia sangat
menggiurkan karena di dalamnya ada kekuasaan dan kemuliaan,akan tetapi
bila jabatan dikhianati maka balasannya adalah kehinaan dan
kehancuran. Banyak para pejabat melakukan korupsi demi kekayaan dan
kemuliaan sesaat tanpa memikirkan akibatnya di akhirat mendapat siksa
api neraka. Nabi bersabda bahwa jabatan kelak akan menjadi sumber
penyesalan bagi pemegangnya karena mereka mengkhianatinya. Sehingga
pada zaman Nabi dahulu jabatan hanya diberikan kepada orang orang yang
benar benar teguh keimanannya dan memiliki kemampuan sesuai bidangnya.
Nabi juga melarang memberi jabatan kepada orang yang meminta jabatan
sebab biasanya orang yang meminta jabatan ada indikasi melakukan
kecurangan Dalam tugasnya. Pada zaman sekarang banyak orang yang
memburu jabatan walaupun dengan berbagai cara seperti melalui cara
cara perdukunan,dengan money politik,suap dan sebagainya. Juga banyak
artis yang mencalonkan atau dicalonkan hanya mengandalkan popularitas
semata. Memang sistim perundang undangan yang berlaku sekarang
memungkinkan terjadi hal demikian,dan inilah momentum yang tepat untuk
memilih baik calon legislatif dan pemimpin bangsa di masa
depan,pilihlah wakil rakyat yang jujur dan adil,pilihlah partai yang
pro dengan rakyat,tapi ini juga sulit sebab berapa partai sekarang
yang berkiprah dalam pemilu ? 44 partai !! Semuanya menjanjikan
perubahan,amat nisbi dan membingungkan. Banyak juga yang berniat
golput,biarlah menjadi urusan mereka sebab golput juga ekspresi sikap
dan pendapat yang dilindungi undang undang. Pada akhirnya kembali pada
sikap kita untuk berusaha dan berdoa untuk mendapatkan Calon calon
pemimpin yang teguh memegang amamah

Tidak ada komentar: