Selasa, 24 Maret 2009

HATI PENYAIR KEPADA KEKASIHNYA

Tahukah engkau wahai kekasihku,
pada kali ini aku telah menyerah kalah,
seribu panah telah terhujam,
merajam dan mencabut sukmaku,
mati,
tak berguna lagi jeritan tangis,
tak bermakna lagi ratap ampunan,
itulah aku,
dan engkau telah terlepas,
melepas cinta menjadi lapuk.

Oh,
andai bintang ini kejora,
tentu tampak sinar kemilauan,
tapi ini gerhana merambat pelan,
menyapa kesunyian,
di gelapnya malam.


Oh,
inilah hati penyair kepada kekasihnya,
tiada sepatahpun kata-kata,
karena jiwa sunyi sebenarnya berbicara,
tentang cinta suci dibakar angkara,
rindu dan dendam...


@
Jakarta 16 november 1991

Tidak ada komentar: