Selasa, 24 Maret 2009

DIA

Dia
adalah jiwa yang hadir
untuk mengisi kalbu
di saat aku kecewa.

Dia
adalah laksana purnama yang sejuk
tempat aku berbagi rasa.

Dia
adalah juga naungan kalbu
bagi jiwaku yang pernah kecewa
karena hilangnya sebuah cinta.

Dia
adalah laksana bunga yang harum mewangi
mekar berseri sepanjang hari.

Dia
kini juga telah pergi
entah ke mana
meninggalkan aku sendiri
dalam sunyi.

@
Jakarta 5 november 1991

Tidak ada komentar: