Selasa, 17 Februari 2009

Ketika Hidup Terlanjur Bernama Nestapa

Ketika hidup terlanjur bernama nestapa,jangan pernah bahwa Tuhan itu melupakan. Mungkim hanya cubitan kecil di badan,agar kita tidak terlena mdmandang dunia.

Oh jangan pernah menyangka dunia itu kejam,atau bahkan Tuhan tak sayang,jangan.

Kalau saja kita tahu hakikat dunia,sesungguhnya semakin besar keinginan kita pada dunia,semakin besar belenggu merantai hati kita.

Jangan pernah pula kita membenci dunia,karena langkah kaki kita,kasih sayang kita pada sesama,didasari keberadaan dunia,di sini kita lahir,dibesarkan dan dikembalikan jazad kita,di sini pula kita belajar kembali,mengeja kata kata,mengingat kembali perjanjian penghambaan, firman firman yang telahTuhan turunkan,sehingga tahulah kita bahwa kita itu pelupa dan suka berputus asa.

Sungguh
jangan pernah kita menyangka bahwa hidup ini penuh nestapa. Karenanya kita berjuang,dan mendapat kedudukan di sisi Tuhan sebagai hamba yang mau berjuang menghadapi keadaan.

Tidak ada komentar: