Sabtu, 28 Februari 2009

Keheningan


Dipandang kau berdiri
Kibarkan nurani sunyi
Dari bait alpa hingga pamungkas
ku pandang begitu dalam : ada kesunyian kian mencekam
duh, aku yang berendam dalam kepasrahan
ikut menggigil kedinginan
bukan dingin iman, bukan !
Namun keheningan
ya kesenyapan
wajar bukan ?


Unggunan api hanya membakar syahwati
Dan telah lama menjadi mati
sejak ibu bapakku mengajarkanku kata kata
sejak kanak kanak aku berlarian
untuk
mendapatkan kepasrahan
mengabadikan kasih sayang


duh, begitu tak berdayanya sang penyair
Hingga aku ragu bersikap dan masih saja bertanya mengapa ?
aku terus saja menggali
jika masih ada sisa sisa kepedulian
dan aku tersiksa sungguh tersiksa
begitu rumitnya watak manusia...


Pekalongan 29 juli 1990


Tidak ada komentar: